Terkadang kita harus belajar dari bocah dalam memaknai hidup.

Semua tulisan di blog ini ditulis oleh Robensa Atmenperi

MISI MEMBUAT BAPAK TAMBAH KECE DENGAN BAJU KOKO KECE DARI ELEVENIA YANG KECE

Friday, 23 June 2017

Ramadhan terus berjalan hari Raya Idhul Fitri sebentar lagi. Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi, semua orang berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan pada siapapun, kepada orangtua, saudara, teman dan sesama umat manusia yang lain. Tak peduli besar kecil nya suatu kebaikan yang kita buat, yang terpenting adalah keikhlasan disetiap kebaikan yang kita perbuat.

Tak terkecuali saya tentu juga ingin berbuat kebaikan dibulan Ramadhan. saya ingin memberikan hadiah special kepada orang yang saya sayangi yaitu bapakku. Selama ini saya tidak pernah memberikan hadiah spesial kepada bapak, karena susah mencarikan hadiah untuk bapak, lain halnya dengan hadiah untuk ibu dan adik perempuanku, sering saya memberi hadiah dalam bentuk barang karena mudah mencari hadiah untuk perempuan, banyak sekali pilihan, mulai dari baju sampai tas.

Biasanya saya memberi hadiah berupa uang saja kepada bapak, nanti terserah beliau mau dibelikan apa. Bukan saya tidak mau, tetapi susah mencarikan hadiah yang cocok untuk bapak. Namun kali ini saya bertekad untuk membelikan sendiri hadiah untuk bapak. Walaupun agak susah karena saya ingin memberikan surprise dan sialnya saya tidak tahu ukuran yang pas untuk bapak.

Pertama saya berfikir hadiah apa ya yang cocok untuk bapak? Apakah Baju? Sepatu? Jam? Atau apa?. Karena ini sifatnya kejutan ngak mungkin dong saya tanya langsung kebapak. Saya berfikir keras, lebih keras, lebih dalam, lebih dalam. Hasilnya gagal, ngak nemu. Akhirnya nanya ke mbah google. Setelah searching sana sini, tanya ini itu, akhirnya aku memutuskan untukkkkkkk membelikan baju koko. Ya ampun cuma ambil keputusan buat beli baju koko aja sampe berfikir keras begitu. Tapi kan yang penting spesial dan ikhlas.

Misi membuat bapak tambah kece dengan baju koko kece pun dimulai...

Saya langsung bergegas pergi kepasar untuk mencari takjil buat berbuka puasa, nah loh, ya sekalian buat beli baju kok bapak. Jadi beli takjil sambil beli baju koko? Ya ngak, maksudnya beli baju koko sambil beli takjil, tapi karena cuacanya panas jadi kebeli takjil dulu deh buat buka, takut kehabisan. Setelah beli takjil saya mutar-mutar keluar masuk toko nyari baju koko buat bapak. Dan akhirnya ngak nemu dan takjilnya mencair. Ya wajarlah ngak nemu, dipasar sekelas pasar kabupaten tempat saya tinggal harganya masih mahal-mahal dan modelnya masih model lama yang kurang update, ngak cocok untuk hadiah special.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari di toko online. Pertama aku mencari di toko online yang sering muncul iklannya ditelevisi yang katanya paling murah, gratis ongkir dan banyak diskonnya. Namun hasilnya jug nihil, ada yang pas tapi harga nya mahal, ada yang murah tapi ongkirnya harus belanja minimum jadi ngak dapat ongkir, Ada yang katanya diskon tapi perasaan saya harganya biasa aja, sama aja dengan harga biasa. Hampir dibuat putus asa karena belum nemu juga baju koko spesial untuk bapak.

Namun saya menolak untuk menyerah, pokoknya harus nemu baju koko spesial buat bapak. Oh iya kan ada Elevenia, toko online biasa tempat saya belanja online. Memang akhir-akhir ini aku udah jarang belanja online, ya karena kesibukan yang ngak ada habisnya ~sebenarnya memang lagi bokek aj sih, hehe~. Tanpa basa basi langsung meluncur ke websitenya Elevenia. Dihalaman awal website Elevenia pandangan saya tertuju pada banner bergambar Raisa lagi senyum disertai voucher voucher diskon dan gratis ongkir dari Elevenia. Sungguh Raisa memang cantiknya luar biasa, sayang udah tunangan. Apasih. Maksudnya sungguh voucher diskon yang menguntungkan dan gratis ongkir yang bikin lapar dari Elevenia.

Tanpa ragu langsung saya search dengan kata kunci baju koko special buat bapakku dihari Raya Idhul Fitri. Dan aku kaget ternyata pencarian tidak menemukan hasil. Ya iyalah ngak nemu, kata kuncinya sepanjang jalan tol jagorawi. Aku ganti kata kunci dengan “Baju Koko”. Keluar banyak sekali pilihan baju koko keren dan trendy yang menurut saya tidak hanya cocok dipakai oleh anak muda namun oleh orang tua juga. Saya sampai bingung mau pilih yang mana, karena semuanya bagus semua. Dan akhirnnya saya memilih baju yang bagus dan sesuai dengan budget saya.

Keren kan? Ada diskon lebih dari 50%  lagi plus gratis ongkir 20K keseluruh Indonesia. Saya pesan yang warna biru ukuran XL. Karena saya juga tertarik sama baju koko nya akhirnya saya pesan juga yang warna abu-abu ukuran ML.

Langsung download voucher biar dapat diskon dan gratis ongkir 20K.

Lanjut ke proses check out, sangat gampang sekali prosesnya, tinggal masukkan alamat lengkap, masukkan voucher diskon dan gratis ongkir, pilihan pembayarannya juga lengkap, saya pilih pembayaran melalui Indomaret, cukup mudah bagi orang yang tidak punya rekening bank dan bebas biaya admin, bahkan terkadang ada promo gratis minuman ringan bagi setiap pembayaran elevenia di Indomaret.

Proses check out

Pesanan diproses dan dikirim seller juga cepat, apalagi mbak-mbak CS nya elevenia ramah banget, saya selalu dipanggil kakak, jadi tersanjung dipanggil kakak,hehe. Tinggal menunggu pesanannya datang, berhubung saya tinggalnya didaerah, tepatnya di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi jadi butuh waktu sekitar 4 hari barang nyampe kerumah saya.                            


Jreng jreng jreng, selang beberapa hari pesananpun datang dengan selamat
 






Langsung di Unboxing dan langsung dicoba, ternyata bajunya pas banget, sesuai pesanan, bahannya lembut, enak dan sejuk dipakai, dan yang paling utama dari semua itu adalah harganya yang murah banget. Hahaha. Oh iya hampir lupa dikonfirmasi penerimaan dan ulasan, lumayan dapat tambahan poin yang bisa digunakan untuk belanja berikutnya dan token yang bisa ditukar dengan hadiah menarik tanpa diundi.


Dan inilah hasil akhirnya, bapak jadi kece dan kayaknya jadi lebih kece daripada saya. 

Misi membuat bapak tampil kece pun berhasil. 

Terima kasih Elevenia.


Catatan Bocah SD (Bagian 3) - Misteri Rumah Hantu Yang Tak Berhantu

Tuesday, 20 June 2017

Bagi anak-anak seusia saya dan teman-teman, hantu merupakan satu kata yang sangat menyeramkan padahal saya tidak pernah tau apa itu hantu, apakah itu mahkluk, ataupun sejenis makanan. Tetapi entah kenapa saya jadi takut dengan yang namanya hantu, kata hantu selalu dipakai untuk menakut-nakuti sesama kami, terutama ketika sedang berjalan ditempat gelap.

Walaupun sekarang saya percaya kalau hantu itu tidak ada dan tidak takut lagi dengan yang namanya hantu ~Lebih takut sama cewek yang lagi PMS, dari ramah menjadi galak, dari senyum jadi cemberut, dan terkadang muncul dua tanduk dikepalanya dan mukanya merah seperti udang rebus~. Namun ada cerita menarik tentang hantu yang saya alami bersama teman-teman saya waktu SD.

Didekat tempat tinggalku, ada sebuah rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni karena ditinggal pemiliknya. Aku tidak tahu siapa dan dimana pemiliknya sekarang, yang jelas pemiliknya harus bertanggung jawab karena meninggalkan rumah yang sekarang dijuluki oleh orang-orang sebagai rumah hantu.

Setelah pagi sekolah dan sore belajar dimadrasah, malamnya saya dan teman-teman mengaji Al-quran dirumah salah seorang guru ngaji kami, biasanya kami pulang jam 9 malam. Jarak rumah saya dan rumah guru ngaji saya lumayan jauh sih dan sialnya kami harus melewati rumah kosong alias rumah hantu itu dulu sebelum sampai dirumah.

Aku, redo dan ade berjalan pulang kerumah kami, kebetulan rumah kami satu arah, biasanya ketika melewati rumah hantu itu kami langsung lari terbirit-birit dengan langkah seribu persis kayak banci lagi dikejar razia gabungan satpol pp dan polisi. 

"Rumah itu kok ngak ada penghuninya ya, serem ah" Kata redo
"Penakut banget sih kamu, mana ada hantu, hantu itu cuma ada di film doang" Kataku yang berlagak berani, padahal sebenarnya aku penakut juga, kencing kekamar mandi aja minta ditemanin sama ibu.
"Jangan takabur kamu ben, ntar bu guru marah" Timbrung Ade.

Glontang glongtang######
Terdengar suara gadung dari dalam rumah hantu tersebut, kami langsung terkejut, dan seketika bunyi preet langsung terdengar diantara kami, seakan-akan sebagai balasan terhadap bunyi dari dalam rumah. Dan sepertinya itu suara redo yang kentut kerena ketakutan, dan sekarang kami punya masalah baru selain takut karena hantu, kami harus menyelatkan hidup kami dari kentut redo yang konon menurut legenda lebih beracun daripada gas karbon monoksida.

"Kamu kentut ya do?" Tanyaku menuduh redo
"Iya ben, Aku kalau takut kentut kadang sampai keluar ampasnya, aku gitu orangnya" Jawab redo dengan muka pucat.
"Brengsek kamu do, disaat situasi genting seperti ini kamu malah menambah penderitaan kami" Timbrung ade.

Kami harus bertahan hidup melewati rumah hantu itu dengan menahan nafas agar tidak terhirup gas beracun kentut redo.
"Udah, udah, jangan ribut, ntar hantunya keluar dan mencekik kita"
"Iya, kukunya kan kotor, ngebersihinnya kan susah, sabun dirumahku lagi habis" Kata ade
"Kalau kamu dicekik bukannya kotor lagi, malah bisa mati" Bentakku dengan suara berbisik.
"Iya ya ben, gawat kalau aku mati, PR matematika ku belum selesai, ntar besok gimana, pasti bu guru marah.
"Lu tu begok atau gimana sih? udah udah, jangan ribut dan jangan buat gerakan mendadak, kita akan lari dalam hitungan ketiga. Satu, dua......
Ade dan redo langsung kabur meninggalkanku, kampret banget tu orang berdua.
"Hei kampret, kenapa lari duluan, tunggu aku" Kataku sambil berlari mengejar mereka.
"Sory ben, aku kaget tadi" Sahut redo.
"Awas kalian yang, aku tangkap kalian, aku seret kedalam rumah hantu itu biar kalian dicekik"
"Jangan ben, aku masih ingin hidup, aku masih ingin makan dikantin besok pagi" Sahut ade.
"Bodo amat, awas kalian"

Aku gagal mengejar mereka, mereka pulang kerumah mereka masing-masing, akupun langsung masuk kerumahku dengan nafas terengah-engah, badanku yang kurus membuatku seperti orang bengek yang sedang sesak nafas. Ibu dan bapakku duduk berdua disofa sedang menonton televisi berdua, kepala ibuku bersandar dibahu bapakku, mereka berdua berbincang-bincang sambil tertawa-tawa, ahhh romantis sekali. Melihat kemesraan mereka berdua membuatku turut bahagia, dan akupun rasanya ingin menikah juga, dan aku sadar ternyata aku masih SD, disunat aja belum, kencing masing mereng kesamping, kekamar mandi aja masih minta ditemenin ibu.

"Kenapa kamu ben, kok ngos-ngosan gitu?, Dikejar anjing ya? Atau dikejar banci cap kecoa?"Tanya ibu
"Ini lebih dari itu bu, kami dikejar hantu" Jawabku dengan nafas terengah engah
"Ah kau ini, penakut kali, mana ada hantu, itu cuma khayalan kau aja" Sahut bapakku
"Benar pak, hantunya ada didalam rumah kosong arah rumah pak shaleh guru ngaji aku"
"Dengar ben, kita sebagai orang muslim, tidak boleh percaya sama hal semacam itu, takhayul itu, kita harus percaya sama tuhan" Jawab bapakku
"Kata orang hantu itu bisa nyekik kita ya pak?"
"Kan udah bapak bilang ngak ada yang namanya hantu, lagian kita kan dijaga sama tuhan, mana berani hantu nyekik kita" Tegas bapakku
"Oh gitu ya pak" Jawabku bingung
"Sudah sana minum air putih, habis itu langsung tidur kekamar" Pinta ibuku
"Baik bu" Jawabku segera kedapur untuk mengambi air putih.

Dikamar aku merenung dan berfikir tentang ucapan bapakku sambil meminum segelas air putih dengan cara dihirup, tangan kananku memegang pena seperti orang merokok dan tangan kiriku menggaruk-garuk bagian belakang kepalaku. Betapa kerennya gayaku, tetapi kalau diperhatikan lebih seksama gayaku tidak keren malah lebih mirip kayak monyet habis pertunjukan topeng monyet yang lagi menggaruk-garuk kepalanya, bisa dibuktikan dengan ekspresi mukaku yang sedang berfikir keras.

"Hantu itu ada ngak ya"
"Mungkin bapak ada benarnya juga, kan aku belum pernah melihat hantu, jadi ngak ada bukti dong kalau hantu itu ada"
"Tapi suara berisik dirumah kosong itu.....suara apa ya"
Sekarang dibenakku ada dua pendapat yang sama kuatnya, perdapat pertama yaitu pendapat orang-orang kalau hantu itu ada, apalagi dirumah kosong itu, pasti sarangnya hantu. Pendapat kedua yaitu pendapat bapakku yang mengatakan kalau hantu itu tidak ada, itu hanya halusinasi kita saja yang muncul karena rasa takut yang berlebihan.

Hal ini membuatku malam itu susah tidur, biasanya ibuku mengecek apakah aku sudah tidur atau belum, dan akupun berpura-pura tidur dengan berpura-pura memejamkan mata sambil tidur tengkurap dan tidak menjawab sahutan pertanyaan ibuku.
"Roben kamu sudah tidur belum" Tanya ibuku sambil mengusap kakiku
Aku tidak menjawab, dan ibuku berlalu pergi sambil mengunci pintu kamarku dan mematikan lampu. Ketika ibuku pergi akupun langsung terbangun dan kembali menghidupkan lampu. Malam itu aku terus berfikir keras memilih pendapat yang mana yang paling benar. Otakku yang kapasitasnya kecil yang kalau ibarat kompeter masih model lama jenis Pentium I yang CPU nya baring dan monitornya diletakkan diatas CPU dan kalau kalian pernah menggunakan komputer jenis ini seharusnya  kalian sudah menikah sekarang. Dan aku pernah menggunakannya, dan aku belum menikah sekarang.

Otakku tentu tidak dapat berfikir seberat itu, namun usaha dengan tekad dan usaha keras untuk memecahkan misteri ini, akhirnya aku bisa menarik satu kesimpulan, ya walaupun dengan mengorbankan sesuatu akibat betapa kerasnya aku berfikir. Aku amnesia satu minggu.

Kesimpulannya adalah hantu itu tidak ada.

Disekolah saya bertemu dengan Ade dan Redo, kami mengobrol dikantin sekolah sambil makan mie rebus tanpa telor, tanpa bawang, tanpa seledri, tanpa daun bawang dan tanpa membayar (Baca : Ngutang), kenapa sih dengan ngutang, kan ngak apa-apa soalnya harga mie dikantin sekolahku kan mahal, kayak dibandara-bandara. Harganya Rp. 500/Porsi.

Kami terlibat perdebatan sengit yang akan menentukan arah dunia permistisan dimasa yang akan datang. Aku berpendapat kalau hantu itu tidak ada, hanya halusinasi saja, Redo berpendapat kalau hantu itu ada dibuktikan dengan suara-suara yang kami dengar dirumah kosong itu, sementara Ade terlihat gundah gulana karena mie dari tadi belum datang-datang juga, ngak tahu kenapa padahal mie aku dan Redo sudah datang, mungkin hutangnya sudah overlimit sehingga otomatis menolak pesanan jika hutangnya belum dibayar.

 "Teman-teman dengarkan aku, Hantu itu tidak ada" Kataku dengan muka serius, sementara Ade masih sibuk dengan pesanan mie rebus ngutangnya yang belum datang juga.
"Apaa....yang benar aja kamu ben, udah jelas-jelas kita dengar suara gaduh dirumah kosong itu tadi malam, pasti itu suara hantu yang marah" Jawab redo
"Ah ngak mungkin, mana ada hantu marah, marah kenapa coba?"
"Mungkin aja marah karena terlalu lama sendiri dan ngak ada yang ngajakin dia main"Jawab redo
"Aduh ngawur kamu, emang kamu mau main sama hantu, hantu itu tidak ada"
"Mungkin dia lagi galau" jawab redo
"Galau kenapa, semakin ngawur otakmu do, pokoknya hantu itu tidak ada" Bentakku
"Aku rasa hantu yang ada dirumah kosong itu sejenis pocong yang lagi galau karena mantan pacarnya si kunti udah punya pacar baru yaitu genderuwo. Jadi karena pocong lagi galau sehingga lompatannya tidak sempurna dan membuat dia kesandung lalu dia jatuh. Nah suara gaduh yang kita dengar tadi malam itu pasti suara pocong kesandung" Jawab redo meyakinkan
"Mmmm, boleh juga penjelasannya, tapi kalo begok liat-liat tempat dong do. Secara teori mahkluk hidup hanya kawin dengan sesama jenisnya, genderuwo dengan genderuwo, pocong dengan pocong, kuntilanak dengan kuntilanak, mana mungkin mereka kawin dengan jenis yang berbeda, gen nya udah beda, kebayangkan kalau pocong kawin sama kuntilanak jadinya gimana? Trus anaknya kayak apa entar? Masa ada pocong rambutnya panjang dan punggungnya bolong. Itu sama juga kayak lo kawin sama amoeba, lu pernah belajar biologi ngak sih."
"Lagian pocong kan tinggalnya di kuburan dan pocong jalannya lompat-lompat, jarak antara rumah kosong itu dengan kuburan sejauh 7 kilometer, jadi dengan jalan yang lompat-lompat sejauh 7 kilometer maka tidak mungkin dia kuat sampai kerumah kosong itu, paling dia udah kecebur got dan tidak bisa keluar atau kehabisan nafas karena dehidrasi. Jadi ngak mungkin lah ada pocong dirumah itu" Jawabku membantah pendapat redo.

Sementara itu Ade semakin kesal karena mie rebusnya tidak kunjung datang, akhirnya kesabarannya pun habis dan dia mendatangi mbak mbak kantin dan marah-marah.
"Eh mbak, kok mie rebus pesanan saya kok ngak datang-datang ya, udah lapar ni" Bentak ade
"Eh ade, hutang kamu itu udah over limit, bayar dulu hutang-hutanmu yang kemaren, baru bisa pesan makanan lagi" Jawab mbak kantin
"Iya iya saya bayar, takut amat sih mbak, saya kan masih sekolah disini, saya ngak pindah kemana-mana kok mbak"
"Bodo amat, aku ngak peduli, kalau semua ngutang terus, bisa bangkrut aku, perekonomian negara ini bisa hancur tau ngak" Jawab mbak kantin
"Aduh mbak, mana ada hubungannya kantin mbak bangkrut sama perekonomian negara ini" Jawab ade
"Ada lah, kalau saya bangkrut, saya tidak punya pekerjaan, anak-anak saya tidak bisa sekolah, jumlah pengangguran meningkat, lalu saya demo sama presiden minta dicarikan pekerjaan, namun presiden tidak punya solusi, sehingga beritanya tersebar keseluruh negeri, lalu negara gaduh gara-gara berita itu, sehingga ekonomi pun ikut terkena dampak dari kegaduhan ini" Jawab mbak kantin dengan kesalnya.
"Lebay ah mbak ini, iya deh, makasih, makasih, besok saya bayar hutang-hutang saya mbak" Kata ade sambil meninggalkan mbak kantin dan kembali kemeja kami.

Aku dan Redo masih berdebat sengit, kata sepakatpun belum terucap dari mulut kami, masih bertahan dengan perndapat masing-masing.
"Gila tu mbak kantin, pelit amat yakk. Kalian ini ngomongin apa sih, mie kalian tu belum disentuh sama sekali, sini buat aku aja, aku lapar banget ni" Kata ade sambil mengambil mangkok mie ku dan makan dengan lahapnya, saking lahapnya dengan cepat dia menghabiskan semangkuk mie ku dan dengan ia melanjutkan makan dengan mengambil mie punya redo dan dengan cepat pula ia habiskan. Ia makan sangat bernafsu, udah persis kayak seorang yang baru kembali dari tersesat dari hutan belantara selama 1 minggu tanpa makanan. KELAPARAN level Olimpiade.

"Gila lu de, mie kami berdua kamu habiskan sendiri" Kata ku
"Iya ni, pokoknya kamu yang bayar ya mie kami berdua" Kata redo
"Kok aku yang bayar sih, kan kalian yang pesan" Kata ade
"Kan kamu yang habiskan, ada kami suruh kamu makan? Ngak kan, kamu yang bayar besok" Jawabku
"Aduh, nambah lagi deh hutang aku" jawab ade
"Eh kalian lagi ngomongin apa sih, kok sengit sekali, udah kayak para anggota dewan yang lagi bahas anggatan aja" Tanya ade
"Ini ni si Roben ngak percaya kalau dirumah kosong itu ada hantu, katanya itu hanya halusinasi kita aja: Jawab redo
"Emang iya, kamu aja yang penakut, main kabur-kabut aja, aku yang kasih aba-aba malah aku yang ditinggal" Kataku sedikit kesal
"Ya aku ngak mau kita mati kena cekik tu hantu" jawab redo
"Katamu tadi kan hantunya pocong, pocong kan tangannya diikat mana bisa mencekik orang" jawabku
"Ya mana tau tadi malam pocongnya lagi berantam sama genderuwo sehingg ikatannya dilepas"Jawab redo
"Huuuu, mana ada, ngawur aja kamu, pakai akal sehat dong, banyakin senam otak dong" jawabku padahal aku tidak tahu apa ada senam otak.
"Udah-udah jangan ribut, tu lonceng masuk udah bunyi. Kita buktikan aja malam ini. Sehabis pulang ngaji kita adakan penyelidikan. Strateginya kita bahas nanti sore"

Sewaktu jam istirahat, kami membicarakan tentang strategi kami untuk membuktikan apakah dirumah kosong itu ada hantu atau tidak. Dan karena ini adalah misi rahasia, maka kami membicarakan strategi ini ditempat yang sepi dan tidak banyak diperhatikan orang. Dikelas. Kenapa sih? Benar kok karena waktu istirahat adalah saat dimana kelas kami kosong soalnya teman-teman kami yang lain pada keluar semua. Redo dan ade yang paling tahu situasi ini, karena mereka biasanya sering ngumpetin tas teman-teman, aku ngak ikutan sih karena ngumpetin tas itu adalah pekerjaan ngerjain teman yang terlalu ekstrim. Aku sih biasanya yang ringan-ringan aja kayak masukin cicak kedalam tas yang diletakkan dibangku paling depan sendiri (Baca : guru). Mana aku tau kalau itu tasnya guru, kirain itu tas temanku, salah sendiri dong kenapa tasnya ditinggal dikelas.

"Ok pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan bagaimana strategi kita nanti malam untuk memecahkan misteri rumah hantu itu"Kataku memulai percakapan.
"Jadi gimana ben strateginya?"Tanya redo
"Baiklah dengarkan baik-baik ya, strateginya begini......
"Bentar ben, aku ke WC dulu, kebelet pipis ni udah ngak nahan"Kata ade memotong bicaraku
"Kampret lu, kita lagi ngomong serius lu malah kebelet pipis, merusak suasana aja lu, fokus dong fokus"
"Tapi aku udah ngak nahan nih, ntar aku eek dicelana kan malu sama teman-teman ben" Jawab ade sambil memegang tititnya
"Lu mau pipis atau mau eek sih, katanya tadi mau pipis, gimana sih"Bentakku
"Ya mana ada orang eek tanpa pipis ben, orang eek pasti pipis juga dong" Jawab ade
"Iya sih, tapi orang pipis belum tentu harus eek juga kan, lu kebayang ngak kalau lu kencing berdiri disemak-semak trus lu tiba-tiba lu eek dicelana. Ngak pernah kan."Jawabku Kesal
"Tapi kan aku mau eek ben" Kata ade
"Katanya tadi mau pipis"
"Tanya-tanyanya bisa nanti aja ngak, aku udah ngak nahan ni" Jawab ade sambil berlari kekamarWC
"Serah lo deh de, lama-lama aku sunat juga lu" kata redo. Redo belum disunat.

Karena strateginya harus dilakukan tiga orang dan untuk menghindari kesalahfahaman dalam menjalankan misi nanti, kami tidak ingin misi ini gagal karena kalau gagal ada kemungkinan kami bisa dicekik sama si pocong yang mungkin udah bisa melepaskan tali pocongnya sendiri. Dan kalau kami mati, kami ngak bisa lagi nonton kelanjutan sinetron tersanjung, kan ceritanya lagi seru-serunya, sayang kalau terlewat. Jadi kami memutuskan menunggu ade kembali dari WC. Kami menunggu selama 15 menit.

Tak lama kemudian ade akhirnya kembali dari kamar mandi, dari sebelumnya mukanya seperti gorilla kebelet eek dengan muka menunjukkan skala nyeri 7, sekarang mukanya sudah tampak lebih lega. Ngak penting juga ngabahas dia.
"Hei semua, nungguin aku ya" Jawab ade dengan santainya seolah tanpa dosa membiarkan kami hanya untuk nungguin dia dari WC.
"Lama amat sih lu de, lu eek apa beranak sih"Kataku kesal
"Maaf maaf, ada sedikit masalah tadi, aku udah empat hari ngak eek, jadi perlu sedikit tenaga ekstra tadi"Jawab ade
"Udah, udah, ngak penting deh ngebahas kehidupan perEEKan lo ini. Kita harus ngebahas strategi kita buat ntar malam ni. Ayo ben jelaskan strateginya, bentar lagi masuk ni"Kata redo
"Ok ok, terima kasih atas waktunya. Jadi begini strateginya :
Pertama, kita akan pergi mengaji seperti biasanya, untuk menghindari masalah kita pulang telat dari jam sembilan malam, kita akan bilang kalau guru ngaji kita ngak bisa masuk seperti biasanya, jadi kita masuknya agak telat dan kita pulangnya pun agak telat dari biasanya.
Kedua, karena misi ini sangat berbahaya, maka kita harus pulang ngaji lebih awal, karena menurut perkiraanku waktu yang tersedia dari saat pulang ngaji sampai jam normal untuk pulang telat hanya setengah jam, dan itu tidak cukup, jadi kita harus pulang setengah jam lebih awal.
Ketiga, untuk berjaga-jaga kalau-kalau hantunya ngamuk, dan aku kira tidak akan ada hantu disana, kita kan membawa beberapa bungkus kacang atom.
"Eh tunggu, aku boleh nanya ngak, emang apa hubungannya sama kacang atom?" kata ade memotong permbicaraanku
"Tolong jangan potong pembicaraanku, kalau ada pertanyaan nanti saja ketika aku sudah selesai, aku potogn gaji baru tau rasa lu"Jawabku dengan kesal.
"Emang kita digaji ben?"Tanya redo
"Boleh aku lanjutkan ngak"
"Maaf ben, gagal fokus aku, silahkan lanjutkan" kata redo
"Ok akan aku lanjutkan, Keempat, kita akan mengendus-endus secara perlahan mendekati rumah itu dan akan mengintip dari luar jendela. Kelima, ketika terdengar suara-suara aneh dari dalam rumah, kita harus dengan cepat membuka pintu dan masuk kerumah itu, dan kita akan mengetahui apakah yang membuat suara-suara misterius yang mengganggu kita selama ini, dan jangan lupa untuk membawa pentungan dari kayu atau kalau ada yang dari besi itu lebih baik buat berjaga-jaga kalau kita nanti berantem sama hantunya.
"Ok sampai begitulah strateginya, dan jika ada yang kurang jelas silahkan bertanya"Kataku mengakhiri penjelasannku.
"Aku ingin bertanya ben"Kata ade
"Silahkan"
"Jadi apa fungsi dari kacang atom tadi"Tanya ade
"Kacang atom itu makanan favorite semua orang, semua orang pasti suka makan kacang atom, jadi saya yakin kalau orang aja suka sama kacang atom pasti hantu juga suka"Jawabku
"Oh iya ya, benar juga kata-kata lu ben, tapi masak kita ngak kasih minuman ben, ntar kalau dia keselek, dia ngamuk  ntrus mencekik kita gimana, berarti kita harus bawa air juga dong ben"Jawab ade
"Ya udah tugas lo bawa air putih dari rumah, dan Redo membawa kacang atom, dan aku membawa pentungan"
"Kacang atomnya yang rasa keju atau rasa ayam bawang ben"Tanya redo
"Terserah, rasa soto juga boleh, tapi jangan kebanyakan sotonya, ntar lambungnya perih, siapa tau aja hantunya kena penyakit magh"
"Tapi mana ada kacang atom rasa soto ben, adanya rasa ayam bawang ben, gimana boleh ngak"Tanya redo
"Aduh, terserah deh, apa aja yang penting bawa kacang atom"
"Ada pertanyaan lain?"
"Ngak ada ben, aku udah ngerti"Jawab redo
"Kamu udah ngerti de?"
"Udah" Jawab ade

Waktu yang ditunggu-tunggupun tiba, kami sudah pulang dari ngaji malam jam 08:30 malam setengah jam lebih awal dari biasanya. Tentu dengan berbagai macam alasan yang dikarang-karang agar kami bisa pulang cepat. Redo pulang lebih awal karena dapat diliran pertama mengaji, Ade beralasan udah ngak tahan mau eek sehingga dia diberi kesempatan ngaji setelah redo, dan tinggal aku yang belum dapat alasan biar bisa pulang cepat, dan aku bilang kalau besok ada UAN, dan beliau percaya padalah teman-teman sekelasku juga ngaji disana. Kenapa? bukan salah aku kan? Salah sendiri kenapa tidak tanya pada teman-temanku.

Kami langsung menuju kerumah kosong itu, dari kejauhan kami belum mendengar suara-suara aneh itu, kami semakin mendekati rumah itu dan sebelum kami memulai aksi kami, saya kembali menanyakan kesiapan teman-teman saya.
"Kalian udah bawa alat-alat yang aku suruh bawa tadi sore?"Tanyaku
"Udah ben"Jawab ade dan redo serentak
"Redo mana kacang atomnya"?
"Ini ben, kacang atom rasa ayam bawang"Jawab redo
"Ade mana air putihnya"
"Ini ben, aku masukin dalam ember ngak apa-apa kan"Jawab ade
"Aduh kenapa lu masukin dalam ember sih, lu biasa minum pakek ember ya kalau habis makan?"
"Ngak lah ben, masak minum pakek ember sih, kan ada gelass ben"Jawab ade
"Terus, kenapa lu bawak airnya pakek ember???? Lu aja ngak mau minum pekek ember apalagi si hantunya. Alamat sudah lu, bakal kena cekik lu ntar."
"Iya ya ben, terus gimana dong ben, aku takut dicekik ben"
"Tenang, tenang, ngak usah panik, semoga aja hantunya makan kacang atom ngak pakek air"
"Ayo kita mendekat kerumah itu, ingat jangan bikin suara tiba-tiba dan jangan buat gerakan mendadak dan kabur tiba-tiba seperti tempo hari"Jelasku
"Ok ben, dimengerti" Kata redo berbisik ditelingaku
"Ngak usah ngomong ditelinga aku gitu bisa ngak do, geli tau ngak"Jawabku

Kami pun perlahan-lahan mendekati rumah kosong itu. Aku berjalan dan menjaga agar tidak ada sedikitpun termasuk berhati-hati jika terinjak tahi kucing karena kalau terinjak akan menimbulkan masalah baru, yaitu aku harus menghadapi tiga bau, pertama bau sihantu yang kemungkinan tidak pernah mandi, kedua bau tai kucing yang terinjak, dan ketiga bau mulut redo yang jarang sikat gigi dan barusan habis makan jengkol. Sementara ade dan redo berjalan merangkak sambil merangkak, seperti tentara yang lagi perang.
"Lu berdua kenapa jalan merangkak tengkurap seperti itu sih? Kita kan ngak lagi perang, jalannya biasa aka dong"
"Ini agar kita tidak kelihatan sama hantunya ben, dan untuk berjaga-jaga kalau hantunya pocong, kan pocong ngak bisa menunduk kebawah jadi kita aman dari pencekikan"Jawab Ade
"Hmmm, benar juga sih" Kami bertiga berjalan merangkak sambil tengkurap. Perlahan-lahan kami menuju rumah itu sambil menghindari tai kucing yang berserakan ditanah agar tidak kena muka kami bertiga.
Kami mengintip dari luar jendela, tetapi karena rumah itu sudah lama kosong, kacanya sudah tertutupi debu sehingga tidak kelihatan dari luar. Tiba-tiba terdengar suara aneh itu lagi dari dalam rumah, seperti suara kaleng jatuh berserakan dilantai dan tiba-tiba kami mencium bau yang aneh tetapi tidak asing bagi kami, seperti bau bangkai, bangkai tikus tepatnya. Ade dan redo ketakutan, ade mencoba lari tapi ditahan tangannya oleh redo, sementara aku sibuk menutupi pantat redo dengan sendal agar dia tidak kentut yang bisa menambah masalah kami. Sebagai pemimpin tim, aku mencoba tegar dan memberanikan diri (baca :pura-pura).
"Kalian tenang, jangan takut, kita harus fokus, masih ingat kan rencana kita tadi sore, kita harus jalankan sekarang juga rencananya"Jawabku menenangkan
"Ngak ingat ben, aku udah ngak tahan ni , pengen kentut, lepasin sandalnya dong"Jawab redo sambil menahan kentutnya
"Akhhhh, kalian ini bagaimana sih, situasi genting begini malah pengen kentut, udah tahan aja, ayo kita dobrak pintunya dan kita ungkap apa penyebab suara berisik dari dalam rumah ini"
"Tapi ben, ntar kalau kita dicekik gimana? Kita pulang aja yuk. Mana sekarang ada bau bangkai lagi, ini pasti mayat korban cekikan sihantu ben."Kata ade
"Ngak ada ngak ada, kita harus lanjutkan misi kita. Kamu bawak kacang atomnya kan?"
"Ini ben, aku kantongin"Jawab ade
"Bagus bagus, ayo kita mulai bergerak"
"Tapi aku lapar ben"Jawab ade
"Kampret kacang atomnya bukan buat lu, tapi buat hantunya, begok"Gertakku
"Oh kirain buat kita ben, habisnya aku lapar sih, tadi belum makan malam ben"Jawab ade
"Udah udah kita mulai sekarang ya, kita bertiga akan bersama-sama mendobrak pintunya"

Kamipun mendobrak pintunya secara serentak, dan sialnya pintunya ternyata sudah rusak kuncinya sehingga membuat kami tersungkur kedepan dan berguling jatuh kelantai. Rumah itu memang menyeramkan, atapnya dipenuhi sawang dan sarang laba-laba, kursi-kursi berserakan, lampunya pijarnya sudah redup, lantainya kotor dan banyak bangkai tikus. Tetapi kami tidak menemukan sang hantu disana baik pocong, genderuwo ataupun kuntilanak seperti yang disangkakan redo.
"Tu kan ngak ada, apa-apa do, emang ngak ada hantu disini"Kataku
"Mana tau aja hantunya lagi ngumpet dibelakang ben, kita kan belum periksa seluruh ruangan dirumah ini"Jawab redo
"Ok baiklah kita akan periksa rumah ini"
Kamipun memeriksa seluruh ruangan, mulai dari kamar tidur, kamar mandi sampai dapur, namun kami tidak menemukan sang hantu. Tetapi kami menemukan sesosok makhluk aneh nan menyeramkan didapur, tigginya sekitar 10 cm, bertaring tajam, berbulu lebat, penuh luka codet dimuka dan kepalanya, jari-jari tangan dan kakinya tajam sekali, terlihat samar-samar dikegelapan, hanya matanya yang bersinar terang tetapi menakutkan. Mungkin itu ucok baba yang versi preman kampung. Ternyata bukan, itu kucing garong yang suka berburu tikus dirumah ini, kucing garong ini biasanya galak, suka menyerang apapun, dari ayam, anjing sampai orang. Dan kami bertiga orang. Dan kamipun jadi bulan-bulanan dikejar sikucing garong.

Kucing garong itu terus mengejar kami didapur, karena ruangan itu gelap, sesekali kami tersungkur jatuh kelantai, ade berlari berputar-putar dapur sambil berteriak kencang meneriakkan mamanya, sementara redo berlari sambil menangis ditambah mengeluarkan aroma busuk dari kentutnya. Akupun berusaha terus berlari dari kejaran kucing garong itu sambil memikirkan strategi agar bisa kabur dari kejaran kucing garong itu.
"Ade, mana kacang atomnya, berikan padaku"Kataku
"Ini ben, tapi bagi aku dikit ya, aku lapar"Jawab ade memberikan kacang atomnya padaku
"Bukan buat lu, tapi buat kucing ini"jawabku
Akupun melempar semua kacang atom kepada kucing itu dan dia berhenti mengejar kami dan memakan kacangnya dengan lahap. Dan kamipun selamat dari cakaran sikucing garong.
"Sepertinya kucingnya suka kacang atomnya deh ben"Kata redo
"Kan udah aku bilang, semua orang suka kacang atom"
"Udah udah, ayo kita tinggalkan rumah ini sebelum kucingnya mencakar kita"
Kamipun meninggalkan dapur dan menuju keluar dari rumah itu.
"Benar kan kataku, rumah ini ngak ada hantunya"Kataku dengan percaya diri
"Tapi suara berisik dan bau bangkai itu ben dari mana asalnya?"Tanya ade
"Ya dari suara kucingnya lah yang lagi berburu tikus, dan bau bangkai itu adalah bau bangkai tikus yang mati"Jawabku
"Hmmm benar juga sih ben, tapi kamu berani jamin ngak kalau rumah ini benar-benar ngak ada hantunya?"Kata ade
"Tenang aja, pokoknya aku jamin rumah ini ngak ada hantunya deh"
"Wah hebat kamu ben, terima kasih ben, kamu telah mengeluarkan kami berdua dari jurang ketakutan kami terhadap hantu pocong, genderuwo, kuntilanak dan koloni-koloninya"Kata ade
"Ah ini bukan berkatku, ini berkat kerjasama tim kita, kalau ngak ada kalian berdua mana bisa aku melakukannya sendiri. Sudahlah ayo kita pulang, udah malam ni, teman-teman kita pasti sudah pulang ngaji"
Kami bertiga berjalan menuju keluar rumah kosong itu untuk pulang kerumah kami, namun tiba-tiba kami dikagetkan dengan sesosok makhluk yang tersamar oleh kegelapan yang berdiri agak membungku tetap didepan pintu utama dan menatap kearah kami. Dilihat dari cirinya yang berdiri tegak, berkaki dua, berambut sebahu warna putih, memakai sarung dan membawa senter, kami berkesimpulan bahwa makhluk itu adalah manusia.
"Ben, kamu liat ngak apa itu yang ada didepan pintu"Kata redo
"Iya aku liat do, tenang itu pasti orang, bukan hantu"
"Kayaknya itu hantu yang menyerupai manusia deh ben"Kata redo ketakukan
"Iya ben kayaknya dia hantu, liat dia memandangi kita dari tadi ben, aku takut ben"Kata ade
"Ok ok , kalian jangan panik, ingat strategi kita, kalau bertemu hantu. Jangan buat gerakan secara mendadak, kalau ngak kita akan dikejar, dan kamu do jangan kentut"
"Ok ben"Kata redo
Kami bertiga berjalan pelan-pelan menuju kepada sosok menyeramkan itu dan tiba-tiba sosok itu mengarahkan senternya kepada kami dan dia berkata secara lirih "Deekkkk". Karena kami sangat ketakukan, kami mengabaikan panggilan sosok itu, sehingga dia berjalan cepat kearah kami.
"Hei anak-anak nakal, ngapain kalian malam-malam gini dirumah kosong ini? Mau pesta narkoba ya"Kata sosok itu sambil berjalan kearah kami.
Kami pun diam tak bergerak ditempat kami, aku terdiam tak berkata apa-apa, bunyi gertakan gigi ade terdengar keras karena takut, sedangkan redo seperti biasa kentut dan kali ini karena takutnya berlebihan dia mengeluarkan ampasnya. Lengkap sudah, aku pasrah, mungkin ini adalah takdirku, harus berakhir dicekik hantu dirumah hantu bersama teman-teman cemen ini pula. Sepertinya mimpiku untuk mati keren seperti mati dimedan tempur membela negara kayak yang aku lihat difilm-film itu sirna sudah.
"Sahabatku, ade, redo, sepertinya ini adalah akhir kita, apa kalian ada kata-kata terakhir?
"Ade ben....kata redo
"Aku duluan yang ngucapin ya do"Kata ade
"Biar aku aja yang duluan, kan aku pemimpin tim ini"Kataku
"Aku dong ben, aku udah ngak tahan ni"Pinta redo
Dasar bocah-bocah, disaat seperti ini masih aja ngak mau ngalah. Makhluk itu semakin mendekati kami dan kami bertiga menutup mata kami karena ketakutan.
"Hei, anak-anak nakal, Ngapain kalian malam-malam gini disini, mau pesta narkoba ya" Jawab mahkluk tadi tepat didepan kami, sementara kami masih menutup mata kami.
"Hei, ngapain kalian pakek tutup-tutup mata segala, buka-buka, jawab pertanyaan saya, ngapain malam-malam begini disini"Kata mahkluk itu, dan sepertinya makhluk itu bukan hantu, melainkan manusia. Kamipun membuka mata kami dan ternyata benar itu adalah manusia.
"Bapak siapa? Bukan hantu kan?"Tanyaku
"Ya bukanlah, saya penjaga rumah ini, tiap malam saya kesini buat ngecek rumah ini"
"Kok kami ngak pernah nampak bapak?"Tanyaku
"Emangnya saya harus laporan sama kalian kalau saya mau kesini, emang kalian siapa?"Jawab bapak itu
"Ngak ada hantu kan pak dirumah ini?"Tanyaku
"Ya ngak lah, mana ada hantu disini, paling kucing yang lagi ngejar tikus."
"Kalian ngapain disini?"Tanya bapak itu
"begini pak, kami kalau pulang dari ngaji lewat depan rumah ini selalu mendengar suara berisik dari dalam rumah itu pak, kata teman saya itu hantu, makanya kami kesini buat ngebuktiin itu hantu atau tidak, eh ternyata benar dugaanku, emang ngak ada hantu dirumah ini, hehe. Maaf ya pak"
"Ya iya lah, mana ada hantu, suara itu pasti suara kucing saya yang sengaja saya lepas disini biar sekalian ngusir tikus. udah pulang sana, ntar orangtua kalian nyariin kalian lagi"kata bapak itu
"Iya pak, kami pulang dulu ya pak"

Kamipun berjalan pulang dan sepertinya kami terlambat pulang jam sudah menunjukkan pukul 21:30 malam, biasanya jam sembilan malam kami sudah pulang ngaji. Dan sepertinya aku akan kena marah sama ibu bapakku. Aku akan kena omel ibuku yang omelannya panjang lebar seperti presiden yang lagi berpidato kenegaraan. Dan aku juga akan kena marah dan kena jewer kuping sama bapakku, jeweran bapakku itu sangat perih, udah kayak gigitan Mike Tycoon ke telinganya Evander Holyfield perihnya.

Tips Sehat dan Produktif Selama Ramadhan

Sunday, 18 June 2017

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Selama berpuasa dibulan Ramadhan tidak akan menjadikan kita tidak sehat dan tidak produktif karena alasan berpuasa. Namun puasa tetap menjadikan kita sehat dan produktif kok. Justru akan semakin bertambah sehat dan bertambah produktif baik dari segi jasmani maupun rohani.

Berikut akan saya berikan tips sehat dan produktif bagi yang berpuasa :

  1. Segerakan berbuka dan akhirkan sahur
    Menyegerakan berbuka itu penting karena tubuh kita yang tidak makan dan tidak minum selama lebih dari 12 jam akan langsung kembali bugar karena diisi oleh energi dan cairan dari makanan dan minuman yang kita makan. Dan dengan mengakhikan sahur maka tubuh kita akan cukup energy sampai waktu berbuka tiba
  2. Berbukalah sewajarnya sahurlah secukupnya
    Berbuka haruslah dengan makanan yang lembut, tidak tamak dan tidak tergesa-gesa, karena tubuh kita dikhawatirkan belum siap untuk langsung menerima makanan yang terlalu banyak kita makan setelah kosong selama lebih dari 12 jam. Dan sahur kita juga harus cukup agar menjamin energi dan cairan kita selama puasa
  3. Betap berolahraga selama puasa
    dengan berpuasa bukan berarti kita tidak ada olahraga, namun kita tetap berolahraga agar tubuh tetap bugar. Namun berolahraga yang ringan saja dan waktunya disore hari
  4. Bekerja lebih giat
    selama puasa harus tetap rajin bekerja malah justrus harus lebih giat daripada biasanya. Karena dibulan puasa adalah bulan untuk berbagi rezeki dengan keluarga, sahabat dan orang lain. Jadi harus lebih banyak pemasukan.
  5. Lebih giat ibadah
    bulan puasa nilai ibadah kita dilipat gandakan. Maka sayang sekali jika kita melewatkan beribadah selama bulan puasa
Itulah tips agar kita tambah sehat dan produktif selama bulan puasa. Semoga bermanfaat, dan semoga puasa kita diterima oleh Allah. Aamiin

Catatan Bocah SD (Bagian 2) - Jangan Sotoy Kalau Ngak Mau Seperti Ini

Thursday, 15 June 2017

Sotoy dapat diartikan dengan suatu masakan yang terbuat dari bahan-bahan yang terdiri dari mie, daging ayam, rempah, yang dimasak dengan kuah dan diberi perasan jeruk nipis. #Itu Soto Begok.

Njirrr, Awal yang buruk untuk memulai suatu tulisan, memberikan pengertian saja sudah keliatan kebegokan saya. Dan semakin terlihat kalau saya hanya seorang penulis amatir yang tidak bisa menulis tulisan yang bagus atau lebih tepatnya NGAK PENTING.

Namun tujuan saya menulis sebenarnya bukan untuk membuat tulisan yang bermutu seperti buku-buku ilmiah tentang minyak bumi atau tentang teknologi. Bukan juga tentang novel-novel agama yang penuh perasaan yang mendalam seperti Ayat-Ayat Cinta, atau novel-novel romantis seperti karangan Tere Liye. Dan tidak juga novel-novel pertualangan detektiv yang memecahkan kasus-kasus yang rumit seperti novel Sherlock Holmes.

Tidak tidak tidak, tujuan saya menulis adalah untuk menyampaikan apa yang saya fikirkan, menulis apa yang menggangu fikiran saya dan yang utama adalah untuk berbagi. Berbagi semua yang saya fikirkan, yang saya rasakan dan yang saya alami. Entah itu suka ataupun duka, romantis atau basi, dan bermanfaat atau tidak. Yang terpenting adalah semuanya dapat tersampaikan melalui tulisan-tulisan saya.

Namun alasan diatas sebenarnya hanya pendukung saja, ada alasan sebenarnya kenapa saya menyampaikan semua yang saya alami melalui tulisan. Ini berkaitan dengan kemampuan berbicara saya. Bukan, bukan, saya tidak tunawicara (orang yang tidak bisa bicara), tetapi saya tunacinta (tidak punya pasangan). Saya tidak fasih untuk berbicara didepan orang-orang, bicaranya tidak jelas, gerogi, gugup, kalo kata teman-teman sih kayak orang stroke yang sedang belajar ngomong lagi. Jadi itu sebabnya saya memilih media tulisan sebagai sarana untuk berekspresi.

Sepertinya ini jadi terlalu panjang sebagai permulaan tulisan dan semakin nampak jelas saya memang penulis begok ditambah gugup kalo berbicara dengan orang apalagi dengan cewek #Jangan anggap serius. Oh atau jangan-jangan ini salah satu penyebab saya belum kawin kawin juga sampai sekarang? Hmmmmm.

Sebaiknya kita langsung kepenghulu saja ya. Kecerita maksudnya.

Waktu SD sepertinya saya sama seperti kebanyakan anak lainnya, suka pipis dicelana, ingus meler-meler, telingan keluar cairan. Ngak, ngak itu cuma becanda kok. Maksudnya ya sama seperti anak lainnya yaitu nakal. Bukan nakal seperti orang dewasa ya, nakal-nakalnya anak-anak lah. Tau kan bedanya nakal anak-anak dengan nakalnya orang dewasa? 

Meskipun teman-teman bilang kalau saya sedikit sotoy (bahasanya diperhalus dikit), namun saya tidak pernah menganggap diri saya seperti itu. Saya berkesimpulan kalau saya hanya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Meskipun tidak jarang kalau kelakuan saya itu dapat merugikan saya sendiri dan teman-teman. Bukannya rasa percaya diri itu penting untuk dimiliki oleh setiap orang. Rasa percaya diri penting untuk meningkatkan kemampuan seseorang sehingga akan membuat tingkat keberhasilan dalam melakukan sesuatu menjadi tinggi. Seseorang yang tidak punya percaya diri akan cenderung minder dan dekat demgan kegagalan. Begitu menurut analisa sederhana saya.

Iya sih. Tapi liat-liat sikon dan tempat juga kalee......Kalau ngak mau seperti ini.

Suatu sore ketika kami selesai bermain sepakbola, seperti biasanya saya dan teman-teman bermain disungai, waktu saya kelas dua SD, belum bisa dan belum jago berenang (sekarang juga ngak bisa). Berhubung sungainya dalam, jadi kami hanya bermain dipinggirnya saja. Namun karena sudah bosan berenang dipinggir saja, aku berinisiatif untuk berenang ketengah. Teman-temanku menolak karena takut tenggelam karena tidak bisa berenang.

Namun dengan percaya dirinya aku meyakinkan teman-teman agar mencoba untuk berenang ketengah.

Roben :" Eh kaliah ngak bosan berenang ditepi terus kayak anak-anak? (padahal emang masih anak-anak)"
Redo : "Tapi ditengah itu dalam loh airnya, ntar tenggelam, mati, mayatnya kita ngak bisa ditemukan, trus arwah kita gentayangan, Ihhh seram, takut aku liat arwah gentayangan."
Roben : "Begok banget sih loh, kan yang jadi arwahnya kamu? Ngapain mesti takut?"
Redo : "Kan arwah gentayangannya banyak, ya aku takut lah ben"
Roben : "Serah loh deh. Ayok berenang ketengah, kayak anak-anak aja berenang ditepi."
Redo : "Ngak ah, belum berani aku."
Ade : "Iya, aku juga ngak berani ben, takut tenggelam."
Roben : "Ngak apa kok, nyantai aja."

Meski teman-temanku tidak berani untuk berenang ketengah, namun aku dengan pedenya memberanikan diri untuk beranang jauh ketengah. Kubuka baju, celana dan celana dalam (telanjang bulat). Kok telanjang bulat sih? Ngak malu? Ngak lah, kan masih anak-anak, selain itu biar jaga-jaga biar ngak diserang ikan buntal, kan kalau telanjang kan agak mirip ##### saya dengan ikan buntal, jadi disangka temannya, jadi ngak digigit.

Satu, Dua, Tiga, byurrrrrrrrr. Dengan penuh gaya, tangan didepan kepala, kaki mendorong badan kedepan, dan akupun mencebur keair yang dalam persis seperti atlet renang professional yang sedang membela Indonesia di even Olympiade.

Setelah masuk keair, ternyata teman-temanku benar, airnya ternyata dalam, dan gawatnya aku tidak bisa berenang. Mau minta tolong malu pula, sudah terlanjur berlagak seperti atlet prosessional tadi. Aku mencoba menyelamatkan diri,tangan dan kakiku berusaha menggapai permukaan sudah persis seperti bencong kesentrum listrik. Mulutku megap-megap kemasukan banyak air sudah persis kayak ikan lohan yang akan dipanggang.

Pujianto : Wah, keren gaya berenangmu ben, gaya baru
Roben : "Jleb jleb jleb"Aku tidak bisa menjawab karena mulutku kemasukan air
Ade : "Keren ben, lanjutkan. Ntar ajarin aku ya gaya berenang seperti itu".
Roben : "Gile lu, aku ini mau tenggelam bukannya ditolongin, malah diliatin aja". kataku dalam hati.

Aku terus meronta-ronta, namun semakin aku meronta semakin ternggelam diriku kedalam, rasanya dasar sungai menarikku kebawah dan teman-temanku hanya melihat saja.

"Ayo ayo ayo, go go go Roben" Sorak mereka menyemangati seperti sedang dalam lompa Olympiade.

Tangan dan kakiku sudah terasa lemah, semua usahaku untuk keluar dari air sia-sia. Sepertinya ini adalah akhir dari kisah hidupku. Selamat tinggal teman-teman, untuk redo maaf aku telah naruh mata pena diatas bangku ketika kamu mau duduk, buat lusi si"ncel" maafkan aku yang telah mengintip isi rokmu dengan menaruh kaca dibawah rokmu, selamat tinggal ayah ibu maafkan aku yang telah bermain bola didalam rumah sehingga membuat pecah guci yang belum lunas, selamat tinggal dunia, selamat tinggal semuanya.

Namun keajaiban terjadi, tiba tiba saya ditarik ketepi oleh yon, tetanggaku sebelah rumah. Hmmm selamat, selamat, hampir saja aku mampus. Padahal tadi udah merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah kuperbuat dimasa lalu. ~Kayak udah lama hidup saja, padahal masih bocah ini~.

Yon : "Ndak tau berenang kok berenang ketengah sih ben, untuk aku cepat nampak kamu. Kalau ngak udah tenggelam tadi" Kata yon memarahiku dengan nada keras
Roben : "Aku kira tadi airnya ngak dalam bang" Kataku dengan nafas terengah-engah karena kebanyakan terminum air sungai. Udah persis kayak ikan yang keluar dari air.
Yon : Makanya jangan sok tau, Udah sana pulang
Roben : Iya bang bentar lagi, abang pulang aja duluan, tapi jangan bilang-bilang sama bapak ibu aku ya bang
Yon : Aman lah itu, aku dapat dipercaya kok, rahasia terjaga

Redo : "Kamu tadi ngapain ben, berenang gayanya kok aneh? Gaya baru ya?" Tanyanya dengan muka polos tak berdosa seperti bayi yang baru lahir, putih bersih seperti kertas tanpa noda. Kampret ni anak, udah tau aku hampir mati tenggelam malah ngak ditolongin.
Roben : Iya gaya baru, keren kan?
Redo : Apa nama gayanya ben?
Roben : Gaya kodok jomblo kesetrum listrik
Redo : Owhhh
Roben : Kampret lu, aku tadi tenggelam begok, bukannya ditolong malah disorakin.
Redo : Hahaha. Serius tenggelam? Sumpah aku ngak tau ben. Kirain itu berenang gaya baru. maaf maaf deh ben. hehe
Ade : Iya ben, aku juga ngak tau apa-apa, bukan aku pelakunya kok. Sumpah. Bukan aku yang makan gorengan dikantin ngak bayar tadi pagi.
Roben : Oh jadi kamu yang makan gorengan ngak bayar. Kampret lu, aku yang jadi sasaran ibu kantin tadi pagi. Eh kok jadi ngomongin gorengan sih. Ini soal aku tenggelam..begok.
Ade : Maaf ben, aku sama kayak redo, sama-sama cowok.
Roben : Busyet, serah lo deh. Aku mau pulang kerumah orangtuaku
Redo, Ade : #@$!%!*(@!(

Akupun langsung pulang kerumah. Dengan muka pucat pasi, badan kurus, berjalan terengah-engah, lunglai udah persis kayak layangan putus yang udah yang mau dikejar lagi pemiliknya, sama kayak hati ini, sepi, kosong tak ada yang memiliki #CurhatanJomblo.

Sesampainya dirumah, akupun membuka pintu dan mencoba bersikap seperti biasanya.

Ibu : Dari mana ben?
Roben : Dari habis main bola
Ibu : Kok basah basahan, habis main kesungai ya?
Roben : Ngak, tadi lapangannya banjir, makanya basah
Ibu : Jangan bohong, kamu main kesungai kan? Tenggelam kan? Tadi si Yon bilang, untung ada dia yang nolong kamu.
Kampret juga ni Yon, katanya ngak bakal dikasih tau, eh taunya tau juga keorangtuaku. Emang pagar makan sate kambing ni orang.
Roben : *EmotNangis* *EmotNangis* *EmotNangis* ~Bikin emot diblog gimana sih caranya?~

PLAKKKKK, sebuah tamparan bertengangan tinggi dari bapakku mendarat dibahuku.
Bapak : Besok ngak boleh lagi main kesungai, awas kalau main lagi, bapak sedot tu air sungai biar kering.
Roben : Iya pak, janji ngak main lagi.
Ibu : Dengar tu kata bapakmu, udah sana mandi, ganti baju, makan.
Roben : Iya bu, seraya berjalan kekamar mandi dan berenang dibak mandi #Q#$Q*

Paginya aku berangkat kesekolah naik sepeda seperti biasanya, jaraknya sekitar 3 kilometer, lumayan jauh sih kalau ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi tidak masalah lumayan sekalian olahraga biar ngak terkena Osteoporosis, kan banyak tu orang-orang tua yang kena Osteoporosis, jadi aku olahraga sekarang biar nanti tua tinggal nyantai-nyantai ngak usah olahraga lagi, karena udah nabung olahraga waktu kecil. Dan karena perginya bareng-bareng sama teman-teman jadi ngak berasa. Memang benar kata orang, dengan bersama-sama teman semua kesusahan akan terasa ringan. Namun sayangnya teman-temanku begok semua, masih dendam aku sama kejadian kemarin sore, masak temannya tenggelam disungai diliatin aja, malah dikira beranang gaya baru. Awas ya, tunggu pembalasanku, pas makan dikantin nanti aku kentutin makanan kalian, makan tuh gas beracun.

Lonceng istirahat berbunyi, kamipun berlarian kekantin, entah apa motif dan motivasinya kok harus lari siapa cepat dari kelas nyampe kantin. Saya mengamati dan menganalisa tentang fenomena aneh ini dan setelah melakukan penelitian panjang selama 5 menit akhirnya saya mendapatkan kesimpulan sementara dimana ada tiga kemungkinan alasan kenapa kami selalu berlarian dari kelas kekantin. Pertama karena kelas kami udaranya sangat panas sehingga begitu bel istirahat berbunyi kami langsung lari. Kedua makanan masakan ibu kantin sangatlah enak sehingga baunya tercium dari kejauhan dan kami semakin bernafsu dan berlari menuju kantin. Ketiga karena kami masih anak-anak ya wajarlah berlarian kekantin, masak anak-anak kekantin sambil ngombrolin masa depan energi alam Indonesia. Dan saya menyimpulkan kalau kemungkinan ketigalah yang paling tepat. Kami masih anak-anak.

Sepulang sekolah aku, Redo, dan Ade pulang jalan kaki, dijalan didepan kami melihat ada orang yang terganggu kejiwaannya alias gila, orang ini gilanya kumat-kumatan, kalau lagi kumat dia berkeliaran kemana-mana dan bisa menyerang orang-orang secara fisik, kalo kita lari akan dikejar habis-habisan. Tetapi kalau lagi kumat dia tidak mengganggu orang-orang, hanya duduk menung didepan rumahnya. Dia tinggal sendiri dirumahnya dan ditelantarkan oleh keluarganya, usianya paruh baya sekitar 50 tahunan lah.  Sekarang sebagai seorang perawat sedikit banyak saya mengerti kalau penyakit kejiwaan tidak boleh ditelantarkan begitu saja seperti sampah, melainkan diberi dukungan dan dibawa kerumah sakit jiwa untuk diberi perawatan dan pemulihan mental.

Namun saat itu kan saya masih anak-anak, jadi ngertinya ya main doang ngerjain orang, ngak peduli siapa yang jadi bahan kejahilan, bahkan orang gila sekalipun.
Roben : "Eh liat tu ada orang gila, kerjain yuk"
Redo : "Jangan ben, ntar kita dikejar, liat tu dia bawak kapak lagi"
Ade : "Iya ben, kayaknya dia lagi kumat gilanya"
Roben : "Ah ngak, dia lagi baik kayaknya hari ini, ngak akan dikejar kita, percaya deh" Kataku meyakinkan redo dan ade.
Redo : "Gala lu, ntar kalau dia marah, kita dikejar lalu dibacok pakek kapaknya lalu mati, kan malu kalau matinya dibacok sama orang gila ben" Kata redo dengan muka ketakukan dan polos alias begok.
Ade : Iya ben, aku ngak mau mati sekarang, ntar kalau aku mati, bapak sama ibuku nangis seminggu dan ngak mau makan, lalu mati juga nyusul aku. Hiks Hiks Hiks
Roben : Apa sih, kalian terlalu banyak berkhayal. Ngak apa-apa kok, liat ya" Seraya berjalan menuju orang gila itu.

Lalu aku mengagetkannya dengan berteriak sambil menendang pantatnya, Plakkkk. Seketika orang gila itu kaget dan melihat kebelakang  dengan muka merah dan memegang kapaknya, sepertinya dia bersiap untuk mengejar kami, ganas persis kayak banci yang dapat pelanggan yang gantengnya kayak Lee Min Ho lagi minum kopi luwak. Emang benar ya Lee Min Ho gantengnya kebangetan, andai aku seganteng dia, andai senyumku semanis dia, andai kulitku semulus dia, andai gaya rambutku serapi dia, pasti cewek-cewek banyak yang naksir sama aku. #Ini kenapa jadi bahas Lee Min Ho sih?.

Tau orang gila itu pasti akan mengejar, kamipun langsung lari tunggang langgang dengan kecepatan penuh, orang gila itu terus mengejar kami sambil memegang kapaknya.

Redo : "Tu kah ben, apa kau bilang, dia lagi kumat sekarang" Katanya sambil kami berlari dikejar orang gila itu.
Ade : Iya ben, pokoknya kamu harus tanggung jawab.
Roben : Gila lu ya, tanggung jawab apa? Masak aku harus berkelahi sama dia
Ade : Iya" Katanya dengan polosnya
Roben : Kampret lu

Kami terus dikejar, aku memustuskan agar kami berpencar menjadi tiga, dan sialnya aku yang jadi sasaran kejaran orang gila itu.

Roben : Huhhh huhhh huhhh, Kayaknya kita harus menyusun strategi.
Redo : Apa strateginya?
Roben : Kita harus pecahkan konsentrasinya, kita benpencar jadi tiga, redo jadi boboiboy api, ade jadi boboiboy air, dan aku jadi power ranger.
Ade : Kok kamu jadi power ranger sih ben? Aku mau jadi power ranger
Redo : Aku juga ngak mau jadi boboiboy air, aku mau jadi ultramen
Roben : Aduhh, ya udah ya udah, ade jadi power ranger, redo jadi ultramen, aku jadi spiderman aja. Ok skarang kita berpencar.
Kami berpencar dan orang gila itu mengejar spiderman dan itu aku. Kampret, knapa lu ngejar aku sih. Aku berlari sekencang-kencangnya dengan menggunakan sisa sisa tenaga hasil makan mie tanpa telor dengan lalapan kerupuk dikantin sekolah tadi, itupun tenaganya hampir habis dipakai untuk mengerjakan soal-soal matematika.

Run run run, rumahku sudah dekat, orang gila itu masih mengejarku, ketika sampai didepan rumah aku langsung masuk dan mengunci pagar rumah, orang gila itu masih berdiri didepan pagar rumah. Aku mengintip dibalik jendela sambil nafas terengah-engah, persis kayak anak-anak mahasiswa bidan yang tinggal diasrama yang sedang ngeliatin ada cowok datang keasrama.

Ibu : Ngeliatin apa ben?
Roben : Dikejar orang gila tadi bu" Jawabku cepat
Ibu : Makanya kalau ada orang gila itu jangan dijahilin, kena kejar kan, untung kamu ngak kenapa-kana" Bentak ibuku sambil menjewer kupingku.
Roben : Ampun ibu, ampun, tadi cuma ikut-ikutan redo sama ade" Aku mencoba untuk membela diri dengan mengorbankan ade dan redo.
Ibu : Udah udah, pergi sana ganti baju, habis itu langsung makan.
Roben : Iya bu" Kataku seraya langsung pergi nonton tv.

Aku malas makan siang, sering sekali dimarahin ibu karena telat makan, aku sedikit pemilih dalam makan, hari itu ibuku masak gulai ikan baung (*ikan dari sungai batanghari), meskipun itu favorit masyarakat disana , namun aku tidak suka ikan baung dan semua jenis ikan beserta semua koloni-koloninya.

Sepulang sekolah, sorenya saya belajar ngaji di madrasah yang setara setara dengan SD, jadi boleh dibilang saya punya dua sekolah waktu SD, satu di sekolah dasar negeri dan satunya di Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah dimulai pukul tiga sore, sehabis kamu pulang dari sekolah.

Roben : Ibu, aku berangkat ngaji dulu ya" Kataku sambil mencium tangan ibuku
Ibu : Iya, hati-hati dijalan ya, eh udah makan blum
Roben : Udah bu. (Bohong)

Setelah pamit dengan orangtua, saya pergi kemadrasah bersama teman-teman kampret saya, ade dan redo dengan berjalan kaki, tanpa makan siang.

Teng, teng, teng, suara lonceng istirahat, waktu itu belum ada bel, jadi bel istirahatnya diganti dengan lonceng yang dibuat dari pelak mobil bekas. Waktu isrirahat selama 20 menit biasanya kami gunakan untuk bermain sepakbola, terkadang bermain bola kasti. Perutku terasa lapar karena tidak makan siang, biasanya ada ibu-ibu yang jualan pical giling dan saya biasa makan disana kalau tidak makan dirumah, namun hari itu ibu-ibu penjual pecal giling favoritku dari semua penjual pecal giling yang berjualan dimadrasahku yang totalnya satu orang.

"Aduh, kok ada ibu yang jualan pecal giling itu ngak jualan sih, mana lapar, pulang masih dua tahun lagi (jam 5.30 sore)" kataku dengan muka meringis menahan lapar kayak cewek yang lagi nyeri menstruasi.
"Redo, kok ibu yang jualan pical giling itu ngak jualan sih" Tanyaku pada redo.
"Mana aku aku, emang aku anaknya" Kata redo
"Biasa aja dong, aku kan cuma nanya, lapar ni, tadi belum makan siang" kataku marah sambil meringis.
"Mungkin dia lagi ikut Olimpiade pical giling internasional" Kata redo
"Ngawur kamu, mana ada Olimpiade pica giling internasional. Dapat juara berapa dia?" kataku membantah.
"Emang ngak ada lah" kata redo.
"Hmmmm, eh makan buah mangga yuk" Kataku sambil menunjuk pohon mangga.
"Tapi kan masih mentah ben, katamu kamu belum makan, ntar kamu sakit perut" Kata redo sok perhatian.
"Ah ngak apa apa kok, nyantai aja, masak gara-gara makan mangga muda aja langsung sakit perut, orang hamil aja makan mangga muda ngak apa-apa kok, cemen lu. Jangan sok perhatian deh, katanya teman sejati, tapi tadi siang dikejar orang gila aku ditinggalin sendirian" Kataku ketus.
"Maaf ben soal tadi siang, ya mana aku tau kalau orang gila itu ngejarnya kekamu." Kata redo membela diri.
"Ok deh ben, sebagai permintaan maaf, aku dukung kamu buat makan mangga muda ini"
Akupun langsung mengambil mangga muda itu dan redo mengawasi kalau-kalau pemiliknya melihat. Aku makan dua buah mannga muda dengan lahapnya. Redo tidak ikut makan, kata dia sebagai permintaan maaf, dia rela tidak makan mangganya dan memberikan semuanya untukku. Redo memang teman yang baik.

Dan setengah jam kemudian akupun sakit perut.....

Teng teng teng....
Lonceng pulang berbunyi, akupun pulang kerumah masih bareng-bareng teman-teman kampretku ini, Redo dan Ade.
"Kenapa kamu ben, meringis gitu?" Tanya Ade.
"Sakit peruh nih" Jawabku
"Sakit perut kenapa?"
"Tadi aku ngak makan siang, trus tadi makan mangga muda, nih gara-gara si Redo nih, nyuruh aku makan semuanya, jadi sakit perut kan aku jadinya." Kataku menyalahkan Redo.
"Loh kok aku yang disalahkan sih ben" Kata redo
"Kan kamu tadi yang nyuruh makan mangga muda itu semuanya?" Kataku
"Kan sebagai tanda permintaan maaf tadi siang ben, katamu kamu ngak apa-apa makan mangga muda walaupun belum makan siang" Kata Redo membela diri.
"Ya Sebagai teman kan harusnya kamu melarang aku, bukannya ngebiarin, sekarang aku jadi sakit perut kan jadinya" Jawabku dengan nada C minor.
"Udah, udah, jangan saling menyalahkan, kalian berdua harusnya fokus" Kata ade memotong pembicaraan.
"Fokus???" Aku dan Redo serentak menjawab
"Iya, dari dari berdebat terus, rumah kaliah udah lewat tuh, sana sana pulang."Kata ade.
"Tuh, kan gara-gara kamu nih do" Kataku kembali menyelahkan redo.
"Kok gara-gara aku lagi sih ben" Bantah redo
"Iya kan kamu yang daritadi debat terus"
Udah udah, pulang!" Bentak Ade
Kamipun kembali pulang kerumah masing-masing...

Sesampainya dirumah, Aku berusaha mencoba agar tidak kelihatan sakit perut, namun apa daya badanku yang kurus kayak orang cacingan ini tidak sanggup menahannya. Kaki gemetar, perut melilit-lilit, kepala berputar-putar. Akhh aku ketahuan juga.
"Kenapa kamu ben? Sakit?" Tanya ibuku curiga.
"Ngak kok bu, aku ngak sakit kok, aku ngak apa-apa" Jawabku gugup ditandai dengan kaki dan gigi gemetar.
"Jangan bohong, ibu itu tau kamu sejak dalam kandungan, sakit apa kamu? Jawab roben, jawab, jelaskan pada ibu"
"Aku sakit perut bu" Jawabku singkat
"Makan apa tadi, dimadrasah?, Tadi makan siang ngak?. Tanya ibuku
"Makan mangga muda bu, tadi makan siang kok bu"
"Makan mangga muda!!!!!!! Mana ada makan siang udah makan mangga muda!!!" Bentak ibuku
"Tadi makan siang kok bu" Jawabku ngeles
"Mana ada kamu makan siang, piring kotornya aja ngak ada ibu liat, jangan bohong"
"Iya bu, tadi ngak makan siang, malas makan siang" Yahh, ketahuan juga akhirnya.
"Sudah sana makan nasi, habis itu minum obat" Pinta ibuku
"Lauknya apa bu?"
"Gulai daging dinosaurus!!!!!" Bentak ibuku
"Hah, aku ngak mau makan daging dinosaurus bu, ntar aku berubah jadi dinosaurus"
"Mana ada ibu masak daging dinosaurus, sudah sana makan, itu ada sambal ikan nila"
"Iya bu, eh bu jangan bilang-bilang sama bapak ya bu, aku taku dimarahi bapak" Pintaku
"Pakkk, liat nih si Roben, sakit perut gara-gara makan mangga muda dimadrasah, padahal belum makan siang" Kata ibuku mengadukanku pada bapak.
"Kamu itu kebiasaan ben, ngak pernah makan siang, liat ini kan akibatnya, sakit perut kan!! Bentak bapakku.
PLAKKKKK, sebuat tamparan mendarat dibetisku. Sial, kenapa ibuku mengadu kebapak sih.
 

Terbanyak Dibaca